1. Pengertian Teknologi Komunikasi Pendidikan Teknologi komunikasi pendidikan (TKP) dapat dijelaskan melalui dua pendekatan. Yang pertama adalah dari sudut komunikasi yang berarti teknologi komunikasi yang dipakai dalam bidang pendidikan. Pendekatan yang kedua dari sudut pendidikan yaitu mengartikannya sebagai teknologi pendidikan yang memanfaatkan media komunikasi. Kedua pendekatan ini sebenarnya berbeda, tetapi dalam praktiknya digunakan bergantian. Teknologi modern dalam bidang komunikasi dengan produk yang berupa peralatan elektronik dan bahan yang disajikannya telah mempengaruhi seluruh sektor kehidupan termasuk pendidikan. Pendekatan yang kedua lebih luas dari pendekatan yang pertama. Dalam pendekatan ini teknologi pendidikan diartikan sebagai cara sistematis dalam merancang, melaksanakan dan menilai keselururan proses belajar mengajar yang kaitannya dengan tujuan khusus yang telah ditetapkan semula Dalam teknologi pendidikan unsur intinya adalah “belajar” dan “sumber-sumber” untuk keperluan belajar itu. Selain itu juga diperlukan unsur “pendekatan sistem” dan “pengelolaan” atas seluruh kegiatan. Bila kita rumuskan dalam satu kalimat, maka teknologi pendidikan dapat didefinisikan sebagai : “ Suatu proses kompleks yang terintegrasi meliputi manusia, ide, peralatan, dan organisasi untuk menganalisa masalah yang menyangkut semua aspek belajar, serta merancang, melaksanakan, menilai dan mengelola pemecahan masalah itu.” Teknologi pendidikan dapat pula dirumuskan sebagai suatu bidang deskripsi, unsur-unsurnya adalah sebagai berikut : Suatu bidang yang berkepentingan dengan kegiatan belajar manusia. Kegiatan itu dilaksanakan secara sistematis. Cara sistematis itu meliputi identifikasi pengembangan, pengorganisasian, dan penggunaan segala macam sumber belajar. Kepentingan itu meliputi pengelolaan proses kegiatan
2. Perkembangan Konsepsi Teknologi Komunikasi Pendidikan Meskipun revolusi keempat baru berlangsung sekitar 40 tahun yang lalu namun konsepsi teknologi pendidikan sebagai induk Tekkom, dapat dikaji perkembangannya lebih jauh lagi yaitu sejak timbulnya revolusi pertama yaitu adanya profesi guru. Artinya ada unsur-unsur dalam periode revolusi pertama yang dapat ditafsirkan sebagai memberi petunjuk untuk berlangsungnya revolusi berikutnya. Pada sekitar 500 tahun SM dikenal kaum sufi sebagai “penjual ilmu pengetahuan” mereka dikatakan sebagai nenek moyang teknologi pembelajaran. Socrates (470-399 SM) terkenal dengan metode pembelajaran Inquiry (mencari tahu) Johan Amos Comenius (1592-1670) memberikan lontribusi bagi perkembangan konsepsi teknologi pendidikan dengan mengajukan prinsip-prinsip pendidikan. Gerakan yang mendasari arah terwujudnya bidang konsepsi teknologi pembelajaran yang sekarang ini, baru dapat dikatakan tumbuh dengan lahirnya konsepsi “pengajaran visual” atau “alat bantu visual” sekitar 1923. Yang dimaksud dengan alat bantu visual dalam konsepsi pengajaran visual ini adalah setiap gambar, model, benda, atau alat yang dapat memberikan pengalaman visual yang nyata kepada anak. Konsep pengajaran visual selanjutnya berkembang menjadi “audio visual pembelajaran” –”audio visual education” atau “audio visual aids” Inti dari konsepsi pengajaran audio visual ini adalah digunakannya berbagai alat atau bahan oleh guru untuk memindahkan gagasan dan pengalaman pada anak melalui mata dan telinga. Perkembangan selanjutnya dapat dikatakan sebagai akibat diterapkannya ilmu komunikasi hingga timbul gerakan “audio visual communication” yang menggeser “audio visual education”. Gerakan ini menitik beratkan pandangan pada proses komunikasi. Dengan diterapkannya komunikasi untuk pengajaran ini, tidak lagi menekankan pada benda atau bahan yang berupa bahan audio visual untuk pengajaran, tapi sekarang dipusatkan pada keseluruhan proses komunikasi, informasi atau pesan.
3. Prinsip-Prinsip Teknologi Komunikasi Pendidikan Teknologi pendidikan merupakan suatu proses yang kompleks dan terintegrasi meliputi manusia, alat dan sistem, termasuk diantaranya gagasan, prosedur dan organisasi. Teknologi pendidikan memakai pendekatan yang sistemik dalam rangka menganalisa dan memecahkan persoalan proses belajar. Teknologi pendidikan merupakan suatu bidang yang berkepentingan dengan pengembangan secara sistematis berbagai macam sumber belajar, termasuk di dalamnya pengelolaan dari penggunaan sumber tersebut. Teknologi pendidikan merupakan suatu bidang profesi yang terbentu dengan adanya usaha terorganisasikan dalam mengembangkan teori, melaksanakan penelitian dan aplikasi praktis perluasan dan peningkatan sumber belajar.
4. Pengaruh Teknologi Komunikasi Pendidikan Teknologi pendidikan beroperasi dalam seluruh bidang pendidikan secara integratif, yaitu secara rasional berkembang dan berintegrasi dalam berbagai kegiatan pendidikan. Masukan Tekkom dalam garis besarnya akan mempengaruhi strategi pengembangan kurikulum, pola interaksi pendidikan dan lahirnya berbagai bentuk lembaga pendidikan.
Pengaruh Teknologi Komunikasi Pendidikan Terhadap Strategi Pengembangan Kurikulum Strategi pengembangan kurikulum akan mengalami perubahan. Semula perubahan itu hanya terjadi pada ruang kelas yang dilakukan oleh masing-masing guru secara individual. Dengan adanya perubahan pada taraf penentuan dan penjabaran kurikulum maka ada jaminan perubahan itu dilaksanakan secara menyeluruh, serentak dan terkoordinasikan.
Pengaruh Teknologi Komunikasi Pendidikan Terhadap Pola Interaksi Pendidikan Pola interaksi pendidikan akan lebih bervariasi hingga meliputi lima pola : Sumber berupa orang saja. Sumber berupa orang yang dibantu oleh sumber lain. Sumber berupa orang bersama dengan sumber lain berdasarkan suatu pembagian tanggungjawab. Sumber lain saja tanpa sumber berupa orang. Kombinasi keempat pola tersebut dalam bentuk sistem.
5. Pendayagunaan Tekkom Kecenderungan Pendayagunaan Tekkom pada saat ini meliputi lima kebutuhan sebagai berikut : Meningkatkan mutu pelajaran secara langsung Melatih, menatar guru (peningkatan mutu tidak langsung) Memperluas jangkauan sekolah Pendidikan dasar buta huruf Pendidikan orang dewasa dan pembangunan masyarakat
2 komentar:
KONSEP TEKNOLOGI KOMUNIKASI PENDIDIKAN
1. Pengertian Teknologi Komunikasi Pendidikan
Teknologi komunikasi pendidikan (TKP) dapat dijelaskan melalui dua pendekatan. Yang pertama adalah dari sudut komunikasi yang berarti teknologi komunikasi yang dipakai dalam bidang pendidikan. Pendekatan yang kedua dari sudut pendidikan yaitu mengartikannya sebagai teknologi pendidikan yang memanfaatkan media komunikasi. Kedua pendekatan ini sebenarnya berbeda, tetapi dalam praktiknya digunakan bergantian.
Teknologi modern dalam bidang komunikasi dengan produk yang berupa peralatan elektronik dan bahan yang disajikannya telah mempengaruhi seluruh sektor kehidupan termasuk pendidikan.
Pendekatan yang kedua lebih luas dari pendekatan yang pertama. Dalam pendekatan ini teknologi pendidikan diartikan sebagai cara sistematis dalam merancang, melaksanakan dan menilai keselururan proses belajar mengajar yang kaitannya dengan tujuan khusus yang telah ditetapkan semula
Dalam teknologi pendidikan unsur intinya adalah “belajar” dan “sumber-sumber” untuk keperluan belajar itu. Selain itu juga diperlukan unsur “pendekatan sistem” dan “pengelolaan” atas seluruh kegiatan.
Bila kita rumuskan dalam satu kalimat, maka teknologi pendidikan dapat didefinisikan sebagai : “ Suatu proses kompleks yang terintegrasi meliputi manusia, ide, peralatan, dan organisasi untuk menganalisa masalah yang menyangkut semua aspek belajar, serta merancang, melaksanakan, menilai dan mengelola pemecahan masalah itu.”
Teknologi pendidikan dapat pula dirumuskan sebagai suatu bidang deskripsi, unsur-unsurnya adalah sebagai berikut :
Suatu bidang yang berkepentingan dengan kegiatan belajar manusia.
Kegiatan itu dilaksanakan secara sistematis.
Cara sistematis itu meliputi identifikasi pengembangan, pengorganisasian, dan penggunaan segala macam sumber belajar.
Kepentingan itu meliputi pengelolaan proses kegiatan
2. Perkembangan Konsepsi Teknologi Komunikasi Pendidikan
Meskipun revolusi keempat baru berlangsung sekitar 40 tahun yang lalu namun konsepsi teknologi pendidikan sebagai induk Tekkom, dapat dikaji perkembangannya lebih jauh lagi yaitu sejak timbulnya revolusi pertama yaitu adanya profesi guru. Artinya ada unsur-unsur dalam periode revolusi pertama yang dapat ditafsirkan sebagai memberi petunjuk untuk berlangsungnya revolusi berikutnya.
Pada sekitar 500 tahun SM dikenal kaum sufi sebagai “penjual ilmu pengetahuan” mereka dikatakan sebagai nenek moyang teknologi pembelajaran.
Socrates (470-399 SM) terkenal dengan metode pembelajaran Inquiry (mencari tahu)
Johan Amos Comenius (1592-1670) memberikan lontribusi bagi perkembangan konsepsi teknologi pendidikan dengan mengajukan prinsip-prinsip pendidikan.
Gerakan yang mendasari arah terwujudnya bidang konsepsi teknologi pembelajaran yang sekarang ini, baru dapat dikatakan tumbuh dengan lahirnya konsepsi “pengajaran visual” atau “alat bantu visual” sekitar 1923.
Yang dimaksud dengan alat bantu visual dalam konsepsi pengajaran visual ini adalah setiap gambar, model, benda, atau alat yang dapat memberikan pengalaman visual yang nyata kepada anak.
Konsep pengajaran visual selanjutnya berkembang menjadi “audio visual pembelajaran” –”audio visual education” atau “audio visual aids”
Inti dari konsepsi pengajaran audio visual ini adalah digunakannya berbagai alat atau bahan oleh guru untuk memindahkan gagasan dan pengalaman pada anak melalui mata dan telinga.
Perkembangan selanjutnya dapat dikatakan sebagai akibat diterapkannya ilmu komunikasi hingga timbul gerakan “audio visual communication” yang menggeser “audio visual education”. Gerakan ini menitik beratkan pandangan pada proses komunikasi. Dengan diterapkannya komunikasi untuk pengajaran ini, tidak lagi menekankan pada benda atau bahan yang berupa bahan audio visual untuk pengajaran, tapi sekarang dipusatkan pada keseluruhan proses komunikasi, informasi atau pesan.
3. Prinsip-Prinsip Teknologi Komunikasi Pendidikan
Teknologi pendidikan merupakan suatu proses yang kompleks dan terintegrasi meliputi manusia, alat dan sistem, termasuk diantaranya gagasan, prosedur dan organisasi.
Teknologi pendidikan memakai pendekatan yang sistemik dalam rangka menganalisa dan memecahkan persoalan proses belajar.
Teknologi pendidikan merupakan suatu bidang yang berkepentingan dengan pengembangan secara sistematis berbagai macam sumber belajar, termasuk di dalamnya pengelolaan dari penggunaan sumber tersebut.
Teknologi pendidikan merupakan suatu bidang profesi yang terbentu dengan adanya usaha terorganisasikan dalam mengembangkan teori, melaksanakan penelitian dan aplikasi praktis perluasan dan peningkatan sumber belajar.
4. Pengaruh Teknologi Komunikasi Pendidikan
Teknologi pendidikan beroperasi dalam seluruh bidang pendidikan secara integratif, yaitu secara rasional berkembang dan berintegrasi dalam berbagai kegiatan pendidikan.
Masukan Tekkom dalam garis besarnya akan mempengaruhi strategi pengembangan kurikulum, pola interaksi pendidikan dan lahirnya berbagai bentuk lembaga pendidikan.
Pengaruh Teknologi Komunikasi Pendidikan Terhadap Strategi Pengembangan Kurikulum
Strategi pengembangan kurikulum akan mengalami perubahan. Semula perubahan itu hanya terjadi pada ruang kelas yang dilakukan oleh masing-masing guru secara individual. Dengan adanya perubahan pada taraf penentuan dan penjabaran kurikulum maka ada jaminan perubahan itu dilaksanakan secara menyeluruh, serentak dan terkoordinasikan.
Pengaruh Teknologi Komunikasi Pendidikan Terhadap Pola Interaksi Pendidikan
Pola interaksi pendidikan akan lebih bervariasi hingga meliputi lima pola :
Sumber berupa orang saja.
Sumber berupa orang yang dibantu oleh sumber lain.
Sumber berupa orang bersama dengan sumber lain berdasarkan suatu pembagian tanggungjawab.
Sumber lain saja tanpa sumber berupa orang.
Kombinasi keempat pola tersebut dalam bentuk sistem.
5. Pendayagunaan Tekkom
Kecenderungan Pendayagunaan Tekkom pada saat ini meliputi lima kebutuhan sebagai berikut :
Meningkatkan mutu pelajaran secara langsung
Melatih, menatar guru (peningkatan mutu tidak langsung)
Memperluas jangkauan sekolah
Pendidikan dasar buta huruf
Pendidikan orang dewasa dan pembangunan masyarakat
ANGGOTA KELOMPOK :
DYAH KUSUMANINGRUM 1102406009
YUNITA INDAH 11024060
MASRUROH 1102406020
YOSTINA HANNA 1102406024
SURYA PUSPITA SARI 1102406038
Posting Komentar